“Reinkarnasi!”
Itulah kata yang ingin saya lontarkan dalam munculnya kembali blog saya kali ini, sudah sekitar 5 tahun blog ini ada dan sempat beberapa tahun di private karena konten blog yang unyu banget!
Waktu itu saya ngeblog untuk membahas tentang UFO, kiamat 2012, dan peradaban-peradaban pra-sejarah. Hahahaha, saya masih ingat saat itu duduk dibangku SMP dan sering ngomong ke orangtua
“Pak, Bu.. Irfan bikin artikel blog tentang kiamat 2012, baca deh!”
Mereka biasanya hanya menjawab datar “Oh iya..”
Pernah beberapa kali saya memaksa mereka baca dan seperti yang sudah diduga, 5 menit kemudian mereka memuji “Bagus..” yang dalam arti sebenarnya mungkin “Bagus...nya gak dilanjutin deh, artikel macam apa ini! Anak siapa kamu?!”
Mungkin dulu saya bisa bersikeras “Ah dasar gak kritis! Gak punya sense of kiamat nih..” Tapi pada akhirnya sekarang saat saya berumur kepala 2 dan membaca kembali tulisan-tulisan yang saya buat, dalam hati “Artikel macam apa ini! Anak siapa saya?!”
Tapi itulah hidup.. Selalu ada yang namanya proses pendewasaan, yang dahulu terasa keren, mungkin sekarang jadi hal yang memalukan, yang sekarang terasa hebat, mungkin beberapa tahun kedepan akan menjadi hal yang biasa saja.
Memang, waktu tidak pernah statis merubah keadaan, kecuali manusianya yang statis pada keadaannya.
Dan izinkan saya memulai cerita dengan sederhana, tentang realita, dia, saya, dan mereka.
Itulah kata yang ingin saya lontarkan dalam munculnya kembali blog saya kali ini, sudah sekitar 5 tahun blog ini ada dan sempat beberapa tahun di private karena konten blog yang unyu banget!
Waktu itu saya ngeblog untuk membahas tentang UFO, kiamat 2012, dan peradaban-peradaban pra-sejarah. Hahahaha, saya masih ingat saat itu duduk dibangku SMP dan sering ngomong ke orangtua
“Pak, Bu.. Irfan bikin artikel blog tentang kiamat 2012, baca deh!”
Mereka biasanya hanya menjawab datar “Oh iya..”
Pernah beberapa kali saya memaksa mereka baca dan seperti yang sudah diduga, 5 menit kemudian mereka memuji “Bagus..” yang dalam arti sebenarnya mungkin “Bagus...nya gak dilanjutin deh, artikel macam apa ini! Anak siapa kamu?!”
Mungkin dulu saya bisa bersikeras “Ah dasar gak kritis! Gak punya sense of kiamat nih..” Tapi pada akhirnya sekarang saat saya berumur kepala 2 dan membaca kembali tulisan-tulisan yang saya buat, dalam hati “Artikel macam apa ini! Anak siapa saya?!”
Tapi itulah hidup.. Selalu ada yang namanya proses pendewasaan, yang dahulu terasa keren, mungkin sekarang jadi hal yang memalukan, yang sekarang terasa hebat, mungkin beberapa tahun kedepan akan menjadi hal yang biasa saja.
Memang, waktu tidak pernah statis merubah keadaan, kecuali manusianya yang statis pada keadaannya.
Dan izinkan saya memulai cerita dengan sederhana, tentang realita, dia, saya, dan mereka.